Just another website
Indeks
Film  

Reaksi NOC soal Venue GBK Rusak usai Konser Musik

Ketua NOC Raja Sapta Oktohari meminta kualitas fasilitas olahraga komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dijaga dari kerusakan.
Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Raja Sapta Oktohari meminta kualitas fasilitas olahraga komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) harus dijaga dari kerusakan.

Ini karena kualitas fasilitas olahraga di GBK sudah memenuhi standar saat direvitalisasi untuk Asian Games 2018. Biaya lebih dari Rp2 triliun telah digelontorkan negara untuk meningkatkan kualitas semua fasilitas.

“Saya juga sampaikan agar fasilitas olahraga yang sudah berstandar internasional bisa terjaga, dan Dirut GBK [Rakhmadi Afif Kusumo] menjelaskan SOP mereka,” ujar Raja Sapta dalam rilis yang diterima CNN Indonesia, Senin (7/11).

Fasilitas olahraga di komplek GBK menjadi sorotan setelah sejumlah konser musik berlangsung. Konser di Stadion Madya dan Lapangan Softball ini membuat beberapa fasilitas olahraga di sana menjadi rusak.

Bahkan sampai muncul petisi di Change.Org untuk menyelamatkan fasilitas olahraga di GBK. Hingga Senin (7/11) malam sudah ada 4.257 orang yang menandatangani petisi tersebut. Petisi ini dibuat oleh Carrin Garimurti.

Menpora Zainudin Amali, dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Jumat (4/11), menyebut komplek GBK harus diutamakan untuk olahraga. Kegiatan nonolahraga diperkenankan, tetapi harus menjaganya. Kegiatan di Stadion Madya disorot Amali.

“Kegiatan olahraga harus menjadi prioritas. Yang penting standar itu tetap terjaga. Perbaikan-perbaikan setelah kegiatan itu yang harus kita jaga betul, karena merenovasi ini memakan waktu berbulan-bulan,” ucap Amali.

“Misalnya saya mendapatkan keluhan di Stadion Madya kan itu khusus untuk atletik. Itu mereka harus membersihkan paku di sana, karena akan digunakan atlet kita. Saya kira dari pengelola harus memperketat betul,” katanya.

Mengenai hal ini Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo menjelaskan upaya konkret untuk menjaga kualitas fasilitas di GBK. Rakhmadi juga menyebut pihaknya sangat berpihak pada pembinaan atlet olahraga Indonesia.


“Kami sangat menyadari komplek GBK ini hakikatnya dibangun untuk olahraga, dan ini juga menjadi visi kami untuk menjadikan Kompleks GBK menjadi salah satu kawasan olahraga terintegrasi yang modern, ramah lingkungan dan unggul di dunia,” katanya.

“Estimasi perawatan Kompleks GBK kurang lebih Rp20 miliar per bulan. Biaya ini kami dapatkan dari biaya sewa GBK. Kami tidak membebankan biaya sepeser pun untuk kebutuhan pembinaan atlet pelatnas yang direkomendasikan Kemenpora,” ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)






Sumber: www.cnnindonesia.com