Film  

Prancis Bekuk Inggris Lantaran Kane ‘Overthinking’

Klinsmann menilai jika persoalan rentang waktu pengecekan VAR dengan momen penalti sesuai, maka Kane akan sukses mengeksekusi dan menyamakan kedudukan.

Jakarta, CNN Indonesia

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) dinilai menjadi sumber petaka kegagalan penalti Harry Kane yang membuat Inggris tersingkir di Piala Dunia 2022. Inggris harus takluk di tangan Prancis 1-2 di babak perempat final di Al-Bayt Stadium, Minggu (11/12) dini hari WIB.

Kegagalan Kane dalam eksekusi penalti terjadi saat Inggris berpotensi menyamakan kedudukan 2-2. Kane diduga mengalami gangguan secara psikis menyusul lambannya proses pengecekan VAR oleh wasit.

Pada awalnya, wasit Wilton Sampaio ogah memberikan penalti untuk Inggris Mason setelah Mount didorong Hernandez. Pemberian penalti baru dilakukan wasit usai melakukan pengecekan VAR.

Setelah wasit memutuskan penalti pun, Kane tak bisa langsung mengeksekusi karena para penggawa The Three Lions sempat adu argumen soal kartu merah yang mestinya diberikan. Alhasil, setelah menunggu beberapa waktu lama, Kane mengeksekusi penalti namun kemudian gagal.

“Jarak antara penalti dan pengecekan VAR terlalu lama. Banyak keputusan yang terlewatkan sehingga Kane mengalami overthinking (pikiran berlebihan) sebelum mengeksekusi penalti,” ujar Eks Pelatih Jerman, Jurgen Klinsmann, dikutip dari Dailymail.

“Terlalu banyak waktu, itu mempengaruhi pikiran Anda,” ujarnya.

Klinsmann mengakui ia merupakan fans berat Harry Kane. Menurutnya, jika persoalan rentang waktu pengecekan VAR dengan momen penalti sesuai, Kane akan sukses mengeksekusi dan menyamakan kedudukan.

“Tapi waktu terus berjalan dan Anda jadi berpikir berlebihan,” katanya.

Sebelumnya, Kane juga telah merespons soal kegagalan penalti di menit ke-85 tersebut. Dia juga menanggapi penampilan keseuruhan timnas Inggris yang tersingkir malam itu.

“Malam ini kami mungkin tim yang memiliki peluang terbaik. Kami bermain bagus, tapi seperti yang Anda tahu, pertandingan besar selalu ditentukan detail-detil kecil, dan Prancis melakukan dengan benar, sementara kami tidak,” ujar Kane dikutip dari Mirror.

Kane membantah dirinya tidak punya persiapan yang matang untuk melakukan dua tendangan penalti dalam satu pertandingan. Pada menit ke-54, Kane berhasil menyamakan kedudukan 1-1 juga lewat tendangan penalti yang sempurna.

“Tidak, saya selalu mempersiapkan semuanya. Apakah saya mendapat satu penalti, dua penalti, saya selalu memiliki ide apa yang akan saya lakukan. Saya tidak bisa menyalahkan persiapan atau hal seperti itu,” ucap Kane.

[Gambas:Video CNN]

(ain/ain)









Sumber: www.cnnindonesia.com