Film  

Pengakuan Mengejutkan LIB Soal Verifikasi Stadion

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan ada kekosongan regulasi terkait pihak yang bertanggung jawab melakukan verifikasi stadion.

Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan ada kekosongan regulasi terkait pihak yang bertanggung jawab melakukan verifikasi stadion.

Hal itu dinyatakan Sudjarno saat memberikan kesaksian untuk dua terdakwa Tragedi Kanjuruhan, yakni Panpel Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno.

“Tidak ada pak regulasinya, [yang wajib melakukan verifikasi] ada kekosongan yang terjadi,” kata Sudjarno di hadapan majelis hakim, saat persidangan, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (20/1).

Pernyataan Sudjarno itu terlihat mengejutkan lantaran sejauh ini banyak pihak mengatahui verifikasi stadion dilakukan PT LIB.

Sudjarno mengatakan, PT LIB terakhir melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan pada 2020 silam. Verifikasi itu dilakukan dengan melakukan pengecekan di lokasi melihat fasilitas, lapangan, ruang ganti, kapasitas dan sebagainya.

“2020 kami melakukan verifikasi stadion termasuk Kanjuruhan,” ujar pensiunan polisi ini.

Tapi di tengah-tengah, kompetisi berhenti akibat Pandemi Covid-19. Dan selanjutnya berlanjut dengan sistem bubble atau terpisat di beberapa daerah tertentu saja.

Menginjak 2021 kata Sudjarno, yang melakukan verifikasi ini malah PSSI. Hal itu untuk kepentingan lisensi klub.

“Setahu kami 2021 [verifikasi stadion] dilaksanakan untuk [syarat] lisensi Arema FC, PSSI yang melakukan,” ucapnya.

PSSI pun, kata dia, tak melaporkan hasil verifikasi stadion itu ke PT LIB. Karena itu, saat menggelar kompetisi Liga 1 2022/2023, pihaknya masih berbekal hasil verifikasi stadion yang dilakukan 2020 silam.

“Tidak [dilaporkan PSSI ke PT LIB] karena itu untuk kepentingan club licensing. Menjalankan [Liga 2022/2023] menggunakan verifikasi 2020,” katanya.

Stadion Kanjuruhan pun, oleh PT LIB dianggap layak digunakan untuk kompetisi dan pertandingan, karena sebelumnya juga pernah menjadi tempat perhelatan Piala Presiden 2022.

“Kami langsung mempertimbangkan ketika satu sisi banyak event yang dilaksanakan [di Kanjuruhan] termasuk Piala Presiden,” ujar Sudjarno.

Sementara itu salah satu Karyawan PT LIB, Somad mengaku dirinya lah yang bertugas melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan, 2020 silam. Saat itu ada sejumlah fasilitas yang kurang lengkap.

“Hasil verifikasi 2020 itu, tangga lapangan, lampu dan fasilitas ruang ganti pemain dan ruang ganti wasit, area masuk ke lapangan, rumput gawang kurang lengkap,” kata Somad.

Setelah itu, kata Somad, sejumlah fasilitas stadion diperbaiki. Kanjuruhan pun dianggap layak dengan catatan.

“Layak dengan catatan,” ucap Somad.

[Gambas:Video CNN]

(frd/sry)






Sumber: www.cnnindonesia.com