Film  

Kenapa Egy dan Witan Sulit Dapat Menit Main di Eropa?

Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri sudah bergabung dengan pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia dalam persiapan Piala AFF 2022 di Bali, Rabu (7/12).

Jakarta, CNN Indonesia

Dua pemain Timnas Indonesia Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri kurang mendapat menit main saat berkiprah di Eropa. Berikut analisis pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni terkait kenapa Egy dan Witan sulit dapat menit main di Eropa.

Saat ini Witan membela klub Slovakia, AS Trencin. Sejauh ini pemuda asal Palu ini sudah tampil 10 kali dan melesakkan satu gol. Sebelumya Witan membela FK Senica, Lechia Gdansk, dan Radnik Surdulica.

Adapun Egy sedang bebas transfer. Pemain 22 tahun ini baru berpisah dengan klub asal Slovakia, Zlate Moravce. Selama setengah musim di Zlate, Egy hanya tampil enam kali dan sekali menyumbang assist.

Sebelum itu Egy membela FK Senica dan Lechia Gdansk. Persamaan dari ketiga klub tersebut, Egy tak mendapat kesempatan main yang maksimal.

Menurut pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni, jalan yang dipilih Egy dan Witan ke Eropa sama sekali tak salah. Ini adalah sarana kedua pemain untuk mengukur kualitas dan kapasitas.

Langsung ke Eropa tanpa sempat mencoba kompetisi Asia Tenggara, juga benua Asia, sama sekali tak salah. Malahan ini membuat keduanya teruji, apakah nantinya akan sukses atau malah terpuruk.

“Kalau yang namanya karier pemain itu tidak seperti naik tangga, harus naik tangga satu, dua tiga, untuk sampai kesepuluh. Bisa jadi langsung naik ke tangga kesepuluh melalui akademi,” kata Kusnaeni.

“Jadi tidak seperti urut kacang. Jalurnya bisa macam-macam. Apa yang dilakukan Witan dan Egy itu tidak salah. Mereka ketika berangkat melihat klub yang dituju, juga bukan AC Milan atau Inter,” ucapnya.

Soal Egy dan Witan belum mendapat kesempatan main maksimal, itu karena banyak faktor. Beberapa faktor di antaranya adalah selera pelatih, kesesuaian taktik, dan kesempatan yang belum datang.

Kendati demikian Bung Kus, sapaan akrabnya, menilai pemain yang akan merantau ke luar negeri baiknya mengasah kemampuan di kompetisi lokal. Ini bisa menjadi modal sebelum main di level lebih tinggi.

“Bagusnya itu pemain yang akan berangkat ke luar bermain lebih dulu di kompetisi domestik. Itu penting. Itu yang sebaiknya dimiliki Egy dan Witan, supaya bermain di Eropa punya modal,” ucap Bung Kus.

“Mereka ini baru lulus Ragunan langsung ke Eropa. Gak salah, cuma itu membuat mereka belum siap secara fisik. Kalau kompetisi itu kan secara fisik harus tertempa, kuat, disiplin, mental. Itu kan dapatnya di kompetisi,” ujar Bung Kus menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)






Sumber: www.cnnindonesia.com