Just another website
Indeks
Film  

Aremania Minta Jam Pertandingan Liga 1 Dievaluasi

Perwakilan Aremania Andreas Lucky meminta jam tayang pertandingan Liga 1 dievaluasi. Menurutnya hal itu salah satu indikator keberpihakan terhadap suporter.
Jakarta, CNN Indonesia

Perwakilan Aremania Andreas Lucky meminta jam tayang pertandingan Liga 1 dievaluasi. Menurutnya hal itu adalah salah satu indikator keberpihakan terhadap suporter.

“Jam tayang sudah menjadi sorotan, jauh sebelum Tragedi Kanjuruhan. Ini bukti suporter bukan prioritas utama,” kata Andreas, Selasa (8/11).

Ia mengatakan, jam tayang pertandingan malam hari akan berimbas kepada keamanan penonton yang hadir di lapangan. Andreas mengkhawatirkan angka kriminalitas yang tinggi dan minimnya akses serta moda transportasi di malam hari.

“Pertandingan malam itu berbahaya bagi suporter yang pulang malam. Tapi jam tayang masih malam-malam. Banyak stadion yang aksesnya susah, belum lagi ada begal di beberapa daerah,” katanya.

Sementara perwakilan Aremania lainnya, Muhammad Salahuddin, menyoroti jaminan keamanan bagi suporter jika Liga 1 kembali bergulir. Ia tidak ingin penonton datang ke stadion namun masih mendapat tindak kekerasan meski sudah membayar tiket.

Ia meminta Task Force atau Tim Transformasi Sepak Bola Indonesia membuat standar prosedur khusus untuk keamanan suporter. Menurutnya, suporter adalah bagian tak terpisahkan dari pertandingan sepak bola.

“Jadi dalam penyusunan SOP ini suporter bisa dilibatkan dan memberi kontribusi untuk memulihkan kompetisi sebagai jaminan bagi suporter jika kembali ke tribun. Tidak hanya menggulirkan liga tapi ada jaminan untuk suporter,” ujar Salahuddin.

Jika sudah ada jaminan keamanan terhadap suporter, ia optimistis pendukung sebuah tim akan bersedia kembali ke lapangan menyaksikan tim kesayangan berlaga. Ia tidak bisa menjanjikan suporter ingin kembali ke tribun apabila belum ada standar yang jelas untuk keamanan penonton.

“Menurut kami justru SOP dari task force yang akan menjawab apakah kami akan kembali ke tribun atau tidak. Kalau ternyata hasil dari task force tidak baik, satu nyawa jauh lebih berharga dari sepak bola itu sendiri,” ujarnya.

Sementara, Lembaga survey sepak bola Football Institute mengungkapkan mayoritas publik menyatakan tidak setuju Liga 1 Disiarkan malam hari.

Dalam paparan ‘Survey Persepsi Fans Sepak Bola Nasional Terhadap Kondisi Sepak Bola Nasional’, Senin (31/10), Football Institute menyatakan sebagian besar masyarakat cenderung setuju pertandingan Liga 1 digelar pada sore hari.

Football Institute melakukan survey pada 15-21 Oktober menggunakan metode sampling ‘Multistage Random Sampling’ dengan angka margin error sebesar 2,83 persen.

“Sebanyak 38,3 persen responden menyatakan tidak setuju pertandingan liga Indonesia digelar pada malam hari pukul 20.30 WIB.,” kata Founder Football Institute, Budi Setiawan.


Budi juga menyoroti jam tayang ideal pertandingan sepak bola. Dalam hasil survey, mayoritas responden ingin menyaksikan liga Indonesia pada pukul 15.30 WIB.

“Sebanyak 48,7 persen memilih pukul 15.30 WIB. Kemudian 25,9 persen ingin pukul 19.00 WIB, 17,6 dan persen pukul 17.00 WIB. Hanya 4,4 persen yang memilih pukul 20.30 WIB,” kata Budi.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)






Sumber: www.cnnindonesia.com