Film  

31 Orang Luka dan 13 Ditangkap

Pawai kemenangan timnas Argentina usai menjuarai Piala Dunia 2022 justru berakhir menyedihkan karena ada fans yang mengalami cedera dan juga ditangkap.

Jakarta, CNN Indonesia

Pawai kemenangan timnas Argentina usai menjuarai Piala Dunia 2022 justru berakhir menyedihkan karena ada fans yang mengalami cedera dan juga ditangkap usai terjadinya kerusuhan.

Sebanyak empat juta orang turun ke jalan di Buenos Aires menyambut Lionel Messi dan kawan-kawan pada Selasa (20/12).

Antusiasme yang begitu besar bukan hanya berdampak pada pawai juara timnas Argentina yang dipersingkat lalu dievakuasi menggunakan helikopter. Lautan manusia di Buenos Aires ini juga memunculkan korban karena terdapat puluhan orang yang cedera.

Dilansir dari Buenos Aires Times, setidaknya 31 orang mengalami luka akibat perayaan juara ini. Selain itu 13 orang ditangkap setelah kerusuhan pecah pada Selasa malam waktu setempat.

“Sebagian besar yang terluka dibawa ke rumah sakit yang berbeda, seperti rumah sakit Fernandez, Ramos Mejia, Rivadavia, Durand, dan Argerich. Mereka mengalami trauma tetapi tidak ada yang serius, kata Alberto Crescenti yang merupakan perwakilan resmi dari pihak keamanan.

Kerusuhan yang paling jelas terlihat terjadi pukul 20.00 waktu setempat. Petugas keamanan yang dibantu pemadam kebakaran berupaya menghalau suporter yang telah membobol pintu masuk monumen Obelisk.

Para suporter itu membarikade diri di dalam Obelisk sehingga memaksa petugas untuk bertindak agresif. Sumber dari kepolisian mengatakan suporter menolak upaya untuk membubarkan diri dan mulai melemparkan batu dan botol ke pihak kepolisian.

Setidaknya empat orang yang berada dalam Obelisk ditangkap versi pihak kepolisian. Selain bentrokan di monumen Obelisk, kerusuhan lainnya juga pecah di beberapa tempat yang lain di jalur bus di Avenida 9 de Julio.

Argentina berhasil menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah menang 4-2 (3-3) atas Prancis di final pada 18 Desember lalu. Hasil itu membantu Argentina meraih gelar ketiga setelah Piala Dunia 1978 dan 1986.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)









Sumber: www.cnnindonesia.com